Ungkapan Hati Anak - Anak Penerus Bangsa di Papua yang Mengalami Kesedihan dan Penderitaan


SaguNews.com. - Kesedihan anak papua kembali terjadi dengan ulah dan aksi dari kelompok TPN OPM pimpinan Egianus Kogeya yang mengancam dan menyandera belasan Guru dan Tenaga Medis yang ada di Kabupaten Nduga, Papua.

Pasalnya kesedihan ini terjadi akibat tidak berjalanya proses belajar mengajar serta pelayanan kesehatan di kabupaten Nduga akibat dilakukanya pengancaman dan penyanderaan oleh kelompok TON-OPM kepada guru serta tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan maupun proses belajar mengajar kepada masyarakat kabupaten Nduga.

Kesedihan ini diceritakan langsung oleh seorang anak yang bernama Melkias Wonda yang berumur 14 tahun namun baru duduk di bangku kelas 5 SD. Ia sangat sedih karena tidak bisa belajar lagi disekolah akibat dari para guru yang ketakutan untuk mengajar di sekolah.

"Saya sedih karena kami sudah tidak bisa belajar lagi, ibu guru semua pergi dan lari karena takut mau mengajar di sekolah," tutur Melkias.

Melkias juga meceritaan adiknya yang berumur 5 tahun mengalami sakit demam dan belum mendapat pengobatan dikarenakan para tenaga medis yang ancam KKB sehingga terkendala dalam  memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ada.

"Adik saya juga sakit tapi ibu suster mereka tidak ada, mereka semua pergi tidak tau kemana, jadi adik saya cuma dikasih air hangat buat kompres kepalanya supaya tidak panas lagi," tutur Melkias.

Melkias mewakili sekian banyak anak - anak di kabupaten Nduga yang merasa kehilangan akan sosok seorang guru dan tenaga medis yang selama ini telah bekerja dan mengabdikan sebagian hidupnya untuk sebuah pekerjaan yang mulia yakni membantu sesama namun, pekerjaan Mia  ini malah kecam oleh kelompok Kriminal Bersenjata.

Dimanakah orang - orang yang selama ini berbicara soal sebuah keadilan...?

Posting Komentar

0 Komentar